Pada hari Rabu tanggal 30 November 2016 Sat Reskrim  Polres Tobasa telah menyerahkan Tersangka SBN & Tersangka FML berikut Barang Bukti kasus Tindak Pidana Korupsi Pembangunan Jaringan Listrik pada Dinas Tarukim Kab. Tobasa TA. 2013 kepada JPU Kejaksaan Negeri Toba Samosir setelah berkas perkara dinyatakan lengkap (P-21).

Penyidik Unit Tipidkor melimpahkan berkas perkara tersangka SBN  dan berkas perkara tersangka FML ke Kejaksaan Negeri Toba Samosir pada tanggal 17 September 2016, oleh Kejaksaan Negeri Toba Samosir menyatakan Berkas perkara tersangka SBN  dan Berkas Perkara tersangka FML belum Lengkap dan berkas perkara dikembalikan untuk dilengkapi sesuai petunjuk (P19) tanggal 04 Oktober 2016. Kemudian oleh Penyidik Unit Tipidkor melengkapi kembali berkas perkara dan pada tanggal 14 November 2016 penyidik kembali melimpahkan berkas perkara ke  Kejaksaan Negeri Toba Samosir. Tanggal 21 Nopember 2016 Kejaksaan Negeri Toba Samosir menyatakan Berkas perkara tersangka SBN  dan Berkas Perkara tersangka FML telah Lengkap (P-21).

Kasus Tindak Pidana Korupsi Pembangunan Jaringan Listrik pada Dinas Tarukim Kab. Tobasa TA. 2013 mulai dilakukan penyidikan sejak tanggal 09 September 2015, dengan melakukan pemeriksaan Saksi – saksi sebanyak 67 orang yang terdiri dari pihak Dinas Tarukim Kab. Toba Samosir, Pihak Penyedia / PT. JL,  Kepala Desa masing – masing lokasi pekerjaan, penduduk setempat, dan pihak – pihak yang terkait dengan perkara dimaksud. Melakukan pemeriksaan Ahli yang terdiri dari Ahli Teknik Elektro, Teknik Sipil dari Politeknik Negeri Medan, Ahli Pengadaan dari LKPP RI dan Ahli Auditor dari Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara (bertujuan melakukan Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN).

Pekerjaan Pembangunan jaringan listrik dimaksud berada di lima lokasi pekerjaan yaitu :

  1. Desa Janji Maria Kecamatan Borbor
  2. Dusun Pea Tumbu, Desa Parsaoran Sibisa Kecamatan Ajibata
  3. Dusun Sosor II, Desa Amborgang, Kec. Porsea
  4. Dusun Pargarutan, Desa Partoruan Lumban Lobu Kec. Bona Tua Lunasi
  5. Dusun Siarga Sira, Desa Hutahaean, Kec. Laguboti

dengan nilai kontrak sebesar Rp. 6.166.885.943,- (enam milyar seratus enam puluh enam juta delapan ratus delapan puluh lima ribu sembilan ratus empat puluh tiga rupiah) yang bersumber dari APBD Kab. Toba Samosir Tahun 2013 yaitu Dana Alokasi Umum (DAU). Tersangka SBN selaku PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dengan Tersangka FML (selaku Kuasa Direksi/Penyedia), diduga bersama-sama melaksanakan survey lokasi pekerjaan / perencanaan pembangunan jaringan listrik, mulai sekira bulan Mei 2013 dan SBN memberikan perlakukan khusus atau memberikan kemudahan kepada FML untuk mengikuti proses lelang / tender, sehingga FML melakukan tindakan sedemikian rupa dengan upaya memenangkan lelang, yang diduga kuat menimbulkan terjadinya mark up atau kemahalan harga atas material dan upah pekerjaan proyek tersebut. PT. JL dinyatakan sebagai pemenang lelang dengan Kuasa Direktur adalah FML dan sekaligus yang melaksanakan pekerjaan pembangunan jaringan listrik tersebut. Dokumen kontrak ditandatangani oleh  SBN selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan JMS yang bertindak untuk dan a.n. PT. JOLA (selaku penyedia) sesuai dengan surat perjanjian dengan Nomor : 11 / TPR – LISTRIK / 2013, tanggal 31 Oktober 2013 dengan Nilai kontrak kerja Rp.6.166.885.943 (enam milyar seratus seratus enam puluh enam juta delapan ratus delapan puluh lima ribu sembilan ratus empat puluh tiga rupiah).

Proyek pembangunan jaringan listrik telah selesai dikerjakan dan dilakukan pembayaran 100 % pada tanggal 27 Desember 2013 dan oleh personil Unit Tipidkor Polres Tobasa melakukan penyelidikan / penyidikan dengan mengundang / melibatkan Tim Ahli Tehnik Elektro dari Politehnik Negeri Medan, dengan ditemukannya ketidaksesuaian pekerjaan dilapangan dengan isi / yang tertuang dalam kontrak dan ditemukan kelebihan pembayaran akibat kekurangan volume pekerjaan dilapangan,

Melalui proses dan tahapan-tahapan penyelidikan dan penyidikan Kasus TPKorupsi yang dilakukan oleh personil Unit Tipidkor Polres Tobasa dan berdasarkan Laporan Hasil Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (LH-PKKN) oleh personil Perwakilan BPKP Prov. Sumut tanggal 11 Agustus 2016, atas pekerjaan pembangunan jaringan listrik pada Dinas Tarukim Pemkab Tobasa, menimbulkan Kerugian keuangan Negara / Pemerintah Kabupaten Toba Samosir sebesar Rp. 3.004.761.328,46

            SBN (selaku PPK) dan FML (Kuasa Direksi / Penyedia) ditetapkan sebagai Tersangka setelah melalui proses gelar perkara bersama Polres Tobasa dengan Wassidik dan Penyidik Madya Ditreskrimsus Polda Sumut, yang dilaksanakan di Ruangan Gelar Perkara Sat Reskrim Polres Tobasa tanggal 20 Juli 2016. Hasil gelar perkara ditindak lanjuti oleh Penyidik Unit Tipidkor dengan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan sebagai Tersangka SBN dan dilakukan Penahanan sejak tanggal 04 Agustus 2016 dan terhadap Tersangka FML dilakukan pemeriksaan sebagai Tersangka serta penahanan sejak tanggal 05 Agustus 2016 di Rutan Polres Tobasa.

Selama tahap penyidikan kasus tersebut, Penyidik Unit Tipidkor Polres Tobasa telah melakukan penyitaan barang bukti, baik dari saksi maupun dari tersangka berupa Penyitaan dokumen (dokumen perencanaan, dokumen lelang, dokumen kontrak, dokumen pelaksanaan pekerjaan dan dokumen pembayaran pekerjaan 100 %) serta Penyitaan Aset sebagai upaya penyelamatan kerugian keuangan negara / daerah sebagai berikut :

  • Uang Jaminan Pemeliharaan sebesar 309.844.297,15.
  • 1 (satu) unit bangunan rumah permanen milik Tersangka FML / selaku Penyedia yang berlokasi di Jl. Siswa, Kelurahan Pasar Siborong-borong, Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara dan Sertifikat Hak Milik yang diperkirakan senilai 1.200.000.000,-.
  • 1 (satu) unit Mobil Toyota / Fortuner V 2.7 A/T / Jeep/ SUV M tahun pembuatan 2006 milik Tersangka FML / selaku Penyedia yang sebelumnya telah ditarik Leasing yang diperkirakan senilai 198.000.000,-.
  • Sisa uang yang berasal dari rekening tempat penampungan terakhir hasil pembayaran pekerjaan milik Tersangka FML / selaku Penyedia sebesar 5.480.000,-

Penyidik Unit Tipidkor Polres Tobasa akan tetap memonitor perkembangan jalannya persidangan kasus tersebut, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Medan, untuk mengetahui fakta-fakta persidangan (novum) dan kemungkinan adanya Tersangka baru dalam perkara tersebut. (unit_tipikor).

photogrid_1480946130162 photogrid_1480942070500

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here