Kanit Intel Polsek Porsea, Aiptu Neva Surbakti dan Brigadir Derlan Sianturi pada hari sabtu (11/3), pukul 11.00 Wib melaksanakan Pengamanan ibadah Parsantian (Parmalim)
di Sihorbo Desa Nalela Kec. Porsea,
dimana Pihak Pro Raja Poltak Masinton Naipospos Meminta agar Kebaktian Ibadah Bergantian.

II. Fakta _ Fakta:

a. Pada hari Sabtu tanggal 11 maret sekira pkl 11.00 Wib , Setelah dilakukan Penggalangan diantara kedua belah pihak an. Pordin Sirait dkk ( Pro Raja Poltak Masinton Naipospos ) dan An. Maringan Sitorus dkk ( Pro Raja Monang Naipospos ) di Sihorbo Desa Nalela Kec. Porsea Kab. Tobasa

b .Kedua bela pihak melaksanakan ibadah dimana pihak Pordin Sirait (pro Poltak Marsingan Napospos) melaksanakan ibadah dirumah Sdr Alasan Sirait ketua kebaktian Patar Sirait umat sebanyak 10 kk.
Selanjutnya Maringan Sitorus dkk ( Pro Monang Napospos) umat sebanyak 42 kk melaksanakan ibadah di Parsantian Parmalim sihorbo desa Nalela kec Porsea
III. CATATAN

1. Analisa

– Pihak Ulu Punguan An. Maringan Sitorus dkk (Pro Raja Monang Naipospos) tidak akan memberikan ijin Untuk melakukan kebaktian di Parsaktian Sihorbo untuk Pordin Sirait dkk ( Pro Raja Poltak M. Naipospos ).

– Pihak Ulu Punguan An. Maringan Sitorus dkk ( Pro Monang Naipospos ) akan tetap mempertahankan Parsantian Sihorbo dengan Jemaat lebih banyak dari Pordin Sirait ( pro Raja Poltak M Napospos) yang hanya 10 Kepala Keluarga., dan hukum Parsantian Parmalim apabila warga sudah keluar dari parsantian parmalim tidak boleh menuntut haknya kembali

2. Prediksi yg akan terjadi.
Kubu Pordin Sirait (pro Raja Poltak M Napospos) akan menunggu keputusan dari balai pasogit huta tinggi kec laguboti dan tetap akan menuntut Parsantian Parmalim sihorbo desa Nalela menjadi miliknya.

3. Langkah-langkah Polsek porsea

– Melakukan koordinasi dengan Uspika, melakukan penggalangan di kedua belah pihak agar saling menahan diri untuk tidak melakukan hal hal yang dapat menggangu ketertiban umum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here