picsart_11-19-02-27-36

 

Hari Jumat tanggal 04 Oktober 2016, sekitar pukul 14.00 Wib, terungkapnya tindak pidana persetubuhan yang dilakukan oleh RT, Lk, 35, Petani, Protestan, Batak, Desa Lumban Binanga, Kec. Laguboti Kab. Tobasa tehadap VACH , Pr, 9thn, Pelajar, Katolik, Batak, Desa Lumban Binanga, Kec. Laguboti, Kab. Tobasa anak dari TT, Pr, 34, Petani, Katolik, Batak.

Awalnya TT sedang makan siang, setelah makan siang VACH bermain di depan rumah, pada saat bermain TT melihat bercak darah di celana bagian belakang VACH, TT bertanya “kenapa berdarah di bagian belakang celanamu?” Si anak menjawab bahwa darah tersebut berasal dari kemaluannya karena luka tertusuk paku di warung, saat itu langsung dibawa ke Bidan Desa Lu,ban Bagasan, setelah diperiksa, bidan tersebut mengatakan bahwa anak tersebut sudah pernah melakukan hubungan seksual namun harus diperiksa ke dokter kandungan, sesaat itu TT menanyakan kepada anaknya siapa yang menyetubuhinya, lalu anaknya menjawab bahwa yang melakukan hubungan seksual denganny adalah RT, dan RT sudah melakukan persetubuhan tersebut sebanyak 3 (tiga) kali, dan yang terakhir terjadi pada bulan September 2016 sekitar pukul 13.00 Wib.

 

TT melaporkan Tindak pidana persetubuhan tersebut ke SPKT Polres Tobasa dan Tersangka melanggar Pasal 81 subs Pasal 82 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas  UU RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak jo Pasal 64 dari KUHPidana, dan tsk tersebut sudah diamankan di Ruang Tahanan Mapolres Tobasa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here